Kekurangan Zat Besi Hambat 5 Potensi Prestasi Si Kecil

Zat besi?? Memang ada hubungannya dengan prestasi dan tumbuh kembang anakku? Masa sih berkaitan? Jujur, pertanyaan ini sempat terlintas dibenakku dan mungkin juga dibenak bunda lain. Memangnya zat besi sepenting itu ya?

Jawabannya, iya, bun!!

Sayangnya masih banyak masyarakat belum sadar pentingnya zat besi. Kok bisa bilang gitu? Karena menurut Riskesdas 2018, ternyata 47% anak Indonesia masih kekurangan zat besi.

Kejadian ini pernah diamali oleh anak pertamaku dan aku saat hamil. Hal ini bukan aib, tidak perlu malu, justru kita harus semangat mengejar kecukupan zat besinya.

Kekurangan zat besi bisa dialami oleh segala usia dari segala golongan masyarkat, tidak pandang bulu.

Untuk itu, aku ingin bagikan pengalaman ini ditambah dengan informasi yang aku dapat saat mengikuti talkshow dari Danone Spesialized Nutrition pada Kamis, 17 Desember 2020 yang lalu.

Talkshow tersebut membahas, “Kekurangan Zat Besi Sebagai Isu Kesehatan Nasional di Indonesia dan Dampaknya Terhadap Kemajuan Anak Generasi Maju”. Silahkan disimak ya..

Kekurangan Zat Besi Saat Hamil

Saat hamil anak kedua, aku mengalami mual yang cukup membuat nafsu makan menurun. Aku tidak muntah, namun tidak bersemangat untuk makan terutama makan daging atau telur.

Awalnya tidak terlalu mengganggu. Tapi memasuki trisemester kedua aku jadi sering mengeluh pusing, lesu, dan sempoyongan saat bangun dari tempat tidur.

Beberapa orang menyepelekan keluhan ini dan menganggap ini biasa dialami oleh ibu hamil.

Ternyata, saat cek ke dokter, kadar Hb (hemoglobin) dalam darahku 8 gr/dl.

Waduh.. saat tau hasil lab, aku langsung panik. Beruntung dengan tekad kuat aku bisa kejar kadar Hb menjadi normal. Caranya bagaimana?

Aku rajin konsumsi vitamin dan suplemen dari dokter. Lalu, aku buat jadwal menu makan dalam seminggu harus 3-4 kali makan hati ayam, bayam, dan telur. Nah, 1-2 kali dalam seminggu makan daging sapi.

Buat ibu-ibu hamil, jangan sampai kaya aku ya! Yuk, sama-sama kita sadari pentingnya zat besi di masa kehamilan.

Supaya semakin paham, aku akan sebutkan dampak yang dialami ibu hamil jika kekurangan zat besi, yaitu

  • Kelahiran prematur
  • Berat Badan Lahir bayi rendah (kurang dari 2500 gram)
  • Mudah Lelah, letih, dan lesu
  • Komplikasi pendarahan saat kelahiran
  • Keluhan pada jantung dan pembuluh darah seperti berdebar, pusing, sampai pingsan)
  • Perbesaran otot jantung sebagai kompensasi tubuh

Jujur, ngerikan? Bersyukur sekali saat hamil aku bisa mengejar kekurangan zat besi sebelum waktu lahir. Sehingga anakku bisa lahir dengan berat badan normal dan tidak terjadi komplikasi saat kelahiran.

Masih ada sekitar 48,9% ibu hamil di Indonesia mengalami anemia. Angka ini masih cukup tinggi, ya kan?

Jika kalian peduli, mari sama-sama kita dukung dan ingatkan ibu hamil di sekitar kita untuk makan bergizi dan cukup zat besi agar ibu dan anak dapat lahir dengan selamat dan angka anemia ibu hamil di Indonesia bisa menurun.

Peran Zat Besi dan Dampak Jika Anak Kekurangan Zat Besi

Tidak hanya penting bagi ibu hamil, zat besi penting juga untuk anak dalam masa pertumbuhan.

“Zat besi memiliki peran penting pada tubuh anak, terutama untuk mendukung tumbuh kembangnya. Asupan zat besi yang tidak adekuat dapat menyebabkan menurunnya kecerdasan, fungsi otak, dan fungsi motorik anak sehingga dalam jangka panjang , dapat berakibat menurunnya performa di sekolah, perubahan atensi dan sosial akibat tidak tanggap terhadap lingkungan sekitar, serta perubahan perilaku pada anak.”

dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M. Gizi, SpGK,

Wah ternyata ada kaitannya dengan perilaku dan emosi?

Sangat berkaitan, bun.. hal ini karena pengendalian emosi dan suasana hati dipengaruhi oleh serotonin dan dopamin. Yang mana, untuk menjalankan fungsi dari serotonin dan dopamin diperlukan zat besi yang cukup.

Tidak jarang anak yang kekurangan zat besi jadi sering marah, moody, dan memiliki masalah saat berinteraksi dengan orang lain.

Selain itu, dampak lain yang bisa terjadi adalah menurunnya kecerdasan karena tubuh akan memprioritaskan asupan zat besi untuk pembentukan darah dibanding untuk kebutuhan jaringan (termasuk otak).

Ga heran ya, anak yang kekurangan zat besi maka fungsi otak dan performa di sekolah jadi menurun. Anak jadi sulit mengingat.

Serta ada perubahan perilaku menjadi penakut, ragu, lemas, mengalami gangguan tidur, tidak bersemangat (termasuk tidak semangat makan), dan berpotensi mengalami gangguan makan yang disebut pica.

Apa itu Pica?

Jujur, aku baru dengar istilah pica saat talkshow kemarin. Jadi, pica adalah gangguan makan, dimana orang yang mengalaminya memakan hal yang tidak sewajarnya untuk dimakan, contohnya memakan es batu, tanah, tembok, kayu, kertas, dan lainnya.

Di Indonesia ternyata banyak kejadian pica namun sering dianggap hal yang wajar terutama untuk anak dalam rentan usia tertentu. Padahal perilaku ini bisa jadi indikasi bahwa anak tersebut kekurangan zat tertentu dalam tubuhnya, seperti zat besi.

Situs Yang Membantu Bunda Mengetahui Resiko Kekurangan Zat Besi Pada Anak

Jadi makin khawatir, apakah anak aku sudah cukup kebutuhan zat besinya? Terus makanan apa yang bisa mencukupi kebutuhan zat besi? Kalau kurang apa bisa diperbaiki? Potensi prestasi apa yang terhambat?

Nah, semua pertanyaan di atas ada jawabannya di situs www.generasimaju.co.id yang merupakan platform dari Danone Specialized Nutrition untuk membantu orang tua memperkirakan kadar zat besi pada anak.

Tapi ga cuma itu, di sana ada tips dan menu makanan kaya zat besi, penjelasan 5 potensi prestasi, dan cara stimulasi yang tepat pada anak. Baiklah, aku akan tunjukan apa saja yang ada di situs tersebut.

Memperkirakan Risiko Kekurangan Zat Besi Pada Anak

Untuk mengetahui apakah anak kita sudah tercukupi kebutuhan zat besinya, bunda bisa melihatnya dari gejala klinis, kadar Hb, dan ferritin dari hasil laboratorium.

Saat ini ada alternatif untuk mengetahui resiko kekurangan zat besi dengan Iron Check Tools pada situs www.generasimaju.co.id.

Halaman Iron Check Tools

Bagaimana caranya? Pertama, buka situs www.generasimaju.co.id pilih menu IronC lalu klik cek asupan zat besi si kecil, dan klik cek sekarang pada halaman Iron Check Tools. Ada pertanyaan seputar makanan dan minuman yang dikonsumsi si kecil.

Dari hasil tersebut bunda bisa mengetahui risiko defisiensi zat besi pada anak usia 1-3 tahun. Sangat memudahkan kita untuk mengidentifikasi risiko defisiensi zat besi terutama di masa pandemi seperti ini.

Sumber Zat Besi dan Inspirasi Menu Tinggi Zat Besi

Dalam situs ini juga terdapat informasi mengenai cara mencegah kekurangan zat besi dengan mengkonsumsi makanan sumber zat besi dari hewani (heme) antara lain hati sapi, hati ayam, daging, telur, dan ikan. Sementara, sumber zat besi nabati (non heme) ada kacang hijau, kacang kedelai, sayuran hijau, dan biji-bijian.

Makanan sumber zat besi

Yang tak kalah penting, bunda juga harus memperhatikan asupan untuk membantu penyerapan zat besi dengan cara memberikan makanan yang tinggi kandungan vitamin c dan gula terutama fruktosa dan sorbitol.

Perhatikan, jangan memberikan suplemen zat besi atau makanan sumber zat besi bersamaan dengan konsumsi kopi, the, coklat, dan mineral lain. Tidak hanya itu, di situs ini juga memberi inspirasi menu yang kaya zat besi. Lengkap ya!

Inspirasi menu

5 Potensi Prestasi Si Kecil

Menurut pemaparan Anna Surti Ariani, S. Psi, M.Psi ada 3 aspek utama dalam tumbuh kembang anak yaitu kognitif-bahasa, emosi-sosial, dan fisik-motorik. Dari ketiga aspek ini, anak akan memiliki 5 potensi prestasi.

Tentunya, untuk mencapai kelima potensi prestasi, anak-anak perlu dukungan nutrisi yang lengkap dan tercukupi zat besinya, juga dukungan stimulasi yang tepat. Apa saja stimulasi yang dapat bunda lakukan?

5 potensi prestasi

1. Berpikir cepat

Untuk mampu berpikir cepat, bunda dapat memberi stimulasi dengan cara berbicara dengan jelas menggunakan bahasa yang tepat seperti berbicara pada orang dewasa. Perbanyak kosa kata anak dengan membaca buku dan mengobrol bersama. Atau menggunakan permainan teka-teki atau mencari benda, hal ini dapat menstimulasi si kecil untuk berpikir cepat.

2. Tumbuh tinggi

Untuk tumbuh tinggi beri ia makanan bergizi bukan hanya asal kenyang tapi harus memperhatikan kecukupan nutrisinya. Beri anak ruang gerak yang aman, buat rumah ramah anak agar ia dapat bereksplorasi dengan aman.

3. Percaya diri

Kepercayaan diri si kecil dapat bunda stimulasi dengan cara memberikan ia kesempatan untuk memilih contohnya memilih baju. Berikan ia kesempatan merawat diri sendiri seperti menyisir, sikat gigi, dan lainnya. Beri ia pujian spesifik jika ia sudah berusaha melakukannya.

4. Tangguh

Anak mampu menjadi tangguh bila diberikan kesempatan untuk berusaha. Dorong ia untuk berusaha melakukan hal yang menantang. Bunda bisa juga menjadi contoh pribadi yang tidak mudah menyerah. Tentu anak akan lebih terdorong dengan melihat contoh dari orang tuanya.

5. Aktif bersosialisasi

Kemampuan bersosialisai dapat distimulasi dengan permainan pretend play, mendengarkan dan memberi respon positif ketika anak melakukan hal yang baik. Misalnya, “wah tadi bunda senang sekali, kamu mau ikut video call dengan oma opa dan keluarga lainnya. Terima kasih ya.”

Kelima potensi prestasi ini dapat dimiliki jika kebutuhan stimulasi dan nutrisinya terpenuhi, termasuk kecukupan zat besi dalam tubuhnya.

Bisa dibayangkan? jika ia kekurangan zat besi dan si kecil terhambat meraih 5 potensi prestasinya? Tentu bunda tidak menginginkan hal ini.

Mari bersama-sama kita dukung ia meraih prestasi. Dengan demikian, kita juga turut mendukung Bangsa Indonesia menyongsong mimpi untuk menjadi negara maju pada perayaan 100 tahun kemerdekaan Indonesia di 2045. Semangat, kita pasti bisa! #semangatgenerasimaju #ironCuntukgenerasimaju

12 thoughts on “Kekurangan Zat Besi Hambat 5 Potensi Prestasi Si Kecil

  1. Ya ampun lengkap banget sharingnya kak. Ternyata zat besi gk bisa kerja sendiri ya. Harus ada supan pendamping agar penyerapannya maksimal.
    Selama ini aku cuma tau kalau zat besi bagus untuk tulang. Ternyata banyak banget manfaatnya apalagi untuk pertumbuhan anak.

    Like

  2. Smangaaat…
    Semoga para orang tua menyadarinya akan penting zat besi ini bagi pertumbuhan anak2nya.
    dengan mengkonsumsi Zat besi yang terkandung dalam bahan makanan/ sumplemen setidaknya bisa membuat tumbuh kembang anak maksimal yaaa.

    Like

  3. Nutrisi zat besi sangat penting banget bagi tumbuh kembang anak. Wah sangat komprehensif sekali dari apa, bagaimana dan caranya untuk mendapatkan zat besi. Terima kasih.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s