Bingung Puting

Yang pasti sedih sekali saat anak saya mengalami bingung puting. Semua rasanya serba salah. Berat.. anak menangis, meronta, ditambah payudara yang mengeras karena anak menolak menyusu. Huft.

Jujur, waktu itu aku merasa sangat lelah. Tangisnya yang kencang, membuat aku panik bagaimana cara menenangkannya. Sebelum kejadian ini, menyusu dari payudara adalah hal yang paling membuatnya tenang dalam keadaan apapun. Saat ini, justru sebaliknya.. menyusu dari payudara saya, omg bahkan melihat payudara saya saja dia bisa menangis dan meronta. Sedih.

Sedih ditolak oleh anak bayi yang menggemaskan ini. Sedih kasihan anak ini pasti capek menangis dan meronta.

Mari kita bahas.

Apa itu Bingung Puting?

Bingung puting yaitu keadaan dimana bayi menolak menyusui langsung dari payudara ibu karena mungkin sempat diberi ASI Perah (Asip) dengan media dot. Namun ada juga pakar laktasi yang berpendapat bahwa sebenarnya bayi bukan bingung puting tetapi dia sedang memilih mana yang lebih dia sukai (dot atau menyusu dari payudara ibu).

Kejadiannya saat Natasha berumur 3 bulan kurang 2 hari. Tepatnya tanggal 12/01/20 saat sepupu saya menikah. Saya memberikannya ASIP dengan menggunakan media dot. Big mastake!!

Pertama kali saya memberikan dia dot. Lancar. Dia langsung suka sama dot. Minumnya lancar tanpa penolakan. Hari itu saya hanya memberinya 1 botol ASIP dengan dot. Hanya satu kali dan satu botol.

Keesokan harinya, hari Senin (13/01) saya mulai merasakan ada hal yang aneh ketika anak saya menyusu. Tidak seperti biasa. Dia seperti kesulitan. Sering mengecap, sering lepas, sering keluar ASI dari mulutnya.

Selasa (14/01), Natasha (nama anak saya) rewel. Dia tidak mau menyusu. Menangis kencang sekali saat saya tawarkan untuk menyusu. Namun saya yakin dia lapar. Tanda lapar semua ditunjukkannya. Namun ia menolak menyusu. Barulah setelah ditimang, diayun, dan merasa mengantuk, disitulah ia mau disusui.

Hal ini terjadi pagi, siang, dan malam sampai hari kamis (16/01) saya sudah tidak kuat. Saya mulai khawatir. Akhirnya saya menemui dokter laktasi di Bekasi. Kebetulan rumah saya di Bekasi. Saya cek jadwal dokter laktasi hari itu, malam itu, ada dr. Ayi Dila, Sp. A, konselor laktasi yang praktek di RS. Awal Bros Bekasi. Langsung saya telepon dan menuju rumah sakit tersebut. Selama menunggu antrian masuk ruang dokter, anak saya menangis tak henti. Dia lapar namun tidak mau menyusui dari payudara saya.

Tiba giliran saya masuk. Setelah saya cerita secara detail, dokternya mendiagnosa bahwa anak saya mengalami bingung puting ekstrim karena baru satu kali dan satu botol dot saja, dia bisa bingung puting. Biasanya kejadian bingung puting ini terjadi pada anak yang menggunakan dot dalam waktu yang cukup lama, bukan satu kali penggunaan. Tapi ada aja kasus yang ekstrim kata dokternya.

Selanjutnya, saya diminta skin to skin 24 jam selama 3-4 hari di rumah. Anak saya digendong dengan kain jarik dan posisinya menghadap payudara (lihat gambar). Posisi ini seperti posisi gendong kanguru. Selama skin to skin saya tidak mengenakan baju ataupun bh. Hanya boleh menggunakan celana. Sementara, anak saya hanya boleh mengenakan popok.

Posisi Gendong Kanguru

Dokter Ayi juga meresepkan CTM puyer dengan dosis sangat kecil untuk di rumah. Gunanya membantu bayi lebih tenang supaya bisa mempercepat proses relaktasi.

Jumat (17/01) seharian saya di kamar. Bahkan makan pun di kamar. Skin to skin terus selama yang bisa kami lakukan. Saya hanya lepas ketika saya mandi, makan, dan ke kamar mandi. Hanya kami berdua, tidak ada orang lain.

Sabtu (18/01) masih skin to skin. Di hari ini mulai ada perubahan. Tangisan tidak selama sebelumnya. Namun badan saya rasanya pegal-pegal kaya mau remuk. Tapi harus tetap berjuang dan semangat.

Minggu (19/01) anak saya di Baptis. Jadilah ia meminum ASIP lagi tetapi tidak pakai dot. Tentu saja saya tidak mau mengulangi kesalahan yang sama kedua kalinya. ASIP saya berikan menggunakan pipet dan bukan saya yang memberikannya (harus orang lain).

Mukjizat.. sore hari setelah acara selesai, dia mau menyusui dari payudara saya tanpa menangis. Wah bahagia sekali rasanya. Tapi muncul kekhawatiran. Apakah ini hanya kebetulan, apakah karena tadi banyak orang ramai sehingga dia mau menyusui langsung. Ahh sudahlah, kita lihat saja besok. Semoga tetap lancar menyusui.

Senin (20/01) bener kaann.. dia kembali menolak menyusu dari payudara saya. Hikss. Kembali lagi dengan tangisan sebelum mengantuk dan nenen. Di hari ini juga, saya putuskan untuk kembali ke konselor laktasi. Saya putuskan ke dr. Utami Roesli, Sp. A, IBCLC, FABM. Beliau adalah pencetus IMD di Indonesia. Beliau juga yang memperjuangkan hak anak untuk mendapat ASI yang baik. Beliau praktek di Rs. St. Carolous Salemba Jakarta dan di Brawijaya Children and Woman Hospital. Membuat janji konsul dengan beliau harus dari jauh hari. Saya mendapat jadwal hari Kamis (23/01) di Rs. St. Carolous Salemba Jakarta. Satu hari sebelum jadwalnya, susternya menelepon saya dan menyampaikan apa saja yang harus saya persiapkan sebelum bertemu dokter Utami, antara lain:

  • Buku kesehatan dan vaksinasi Si Kecil
  • ASIP minimal 120 ml
  • Catatan menyusui selama 24 jam
  • Kuku ibu harus pendek
  • Bayi menggunakan baju yang mudah dibuka
  • Bayi membawa baju dan popok ganti

Dari hari Selasa sampai Kamis (21-23/01) keadaan mulai membaik. Mulai berkurang tangisannya sebelum menyusui. Saya bahkan sampai terbiasa dengan keadaan sebelum menyusu harus ditimang dulu.

Hari Kamis (23/01) jam 9.30 saya dijadwalkan konsultasi dengan dr. Utami. Setelah selesai mengurus mendaftaran, saya ke bagian penimbangan. Susternya bilang kalau dokter Utami selalu menimbang anak dalam keadaan telanjang tanpa popok tanpa baju. Sebelum masuk ruangan dokter, saya juga diajarkan mencatat bb dan tinggi badan anak dalam grafik pertumbuhan yang ada di buku kesehatan dan vaksin anak atau di KMS.

Tibalah saat masuk ruangan. Saya agak takut. Karena banyak yang bilang dokter Utami sangat tegas. Saya masuk, salaman dan menceritakan secara detail apa yang saya alami. Dokter sempat kaget.

“Sufor?” Ga, dok.

“Pas lahir sempat sufor?” Engga dok. Masih full asi sampai saat ini.

“Wow good! Kapan pakai dot?”

Baru sekali itu aja dok pas tanggal 12 Januari kemarin. Satu botol saja, dok.

“Setelah itu, ada kamu kasih dot lagi?”

Engga, dok. Tapi hari Minggu (19/01) saya kasih ASIP pakai pipet, dok.

“Wow good. You’re in a good way. Kalau saya lihat berat badannya bagus sekali padahal dia sedang menolak menyusu. Coba kita cek bagaimana dia menyusu.”

Lalu susternya meminta saya membuka seluruh baju dan bh saya. Saya hanya memakai kimono rumah sakit dengan posisi bayi yang diletakan di dada. Seperti posisi IMD. Bayi saya ditaruh didekat puting, diarahkan. Dia mau menyusui walau masih ada sedikit penolakan. Menurut dokter Utami, anak saya ini menolak menyusui yang sudah membaik. Saya harus tetap memperbanyak skin to skin, kurangi gangguan ketika menyusui (tidak berbicara dengan orang lain, tidak main hp, atau melakukan kegiatan lain), harus fokus ketika menyusui, cari posisi yang disukai bayi, buat dia nyaman misal bayi sukanya menyusui dengan lampu padam, lakukan yang membuat bayi nyaman. Dan yang utama adalah berenti menggunakan dot.

Di dalam ruangan konsultasi itu, saya diajarkan kembali cara dan posisi menyusui yang benar, manfaat menyusui, dan masih banyak lagi ilmu soal ASI dan menyusui. Sungguh seperti kuliah. Saya di dalam ruangan tersebut kurang lebih 2 jam. Tapi rasanya saya masih betah dan masih mau dengerin apa yang dokter Utami sampaikan. Jujur setelah konsultasi itu, saya punya semangat baru. Saya tidak akan menyerah. Saya pasti bisa relaktasi!!

Kami berdua (saya dan anak saya) sama-sama berjuang. Doakan kami supaya secepatnya kembali bisa menyusui dengan lancar ya. Teruntuk ibu-ibu lain yang mungkin mengalami penolakan saat menyusui. Bu, jangan menyerah ya, bu. Kamu ga sendirian. Bersabar. Ikhlaskan bahwa ini harus terjadi dan dialami. Sabar. Kuatkan hatimu. Jangan menyerah. Sampai kapan? Tidak ada yang tau. Kamu harus kuat, sabar, dan ikhlas. Semangat selalu ibuu-ibuu. Peluk.

One thought on “Bingung Puting

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: