Cerita Lahiran Kedua di Rumah Sakit Hermina Bekasi

Kali ini cerita yang kedua…

Dengan jarak 21 bulan alias 2 tahun kurang 3 bulan, anak keduaku lahir. Masih dengan cara yang sama dengan kakaknya, yaitu operasi sesar. Masih dengan dokter yang sama, yaitu dokter yuditya purwosunu. Masih di rumah sakit yang sama pula hehe

Operasinya sekitar pukul 19.00 WIB. Saya datang ke rumah sakit sekitar pukul 08.00 WIB, di hari yang sama. Lalu saya ke bagian pendaftaran rawat inap, setelah administrasi selesai, saya diminta ke ruang UGD, kemudian disana saya ditensi dan dipasangkan iv kateter untuk infus. Rasanya, biasa aja, ga sakit, cuma agak pegel dikit.

Setelah itu, saya diantar ke kamar rawat inap dengan menggunakan kursi roda. Saya diminta puasa makan dari jam 12.00 WIB. Lalu dari jam 12.00-16.00 WIB, hanya boleh minum air putih atau teh manis. Dari pukul 16.00 WIB sampai jadwal operasi, saya tidak boleh makan dan minum apapun (puasa total).

Jam 16.00 WIB suster datang untuk melakukan skin test, mengecek apakah ada alergi terhadap antibiotik yang nantinya akan diberikan. Prosesnya sebentar tapi rasanya hmm sakit kaya digigit semut merah. Aduuh..

Fotonya kaya gini nih. Abis susternya nyuntikin sedikit antibiotik ke kulit kita, bakalan ditandai pake bolpen dan ditunggu kurang lebih 10 menit. Kalau alergi bakal ada kemerahan dan bengkak. Kalau ga alergi, ya ga ada apa apa.

Kemudian, pukul 18.00 WIB, sejam sebelum jadwal operasi, saya dibawa suster ke ruang operasi.

Infusnya dimatikan sementara, kemudian saya didorong ke kamar operasi. Pertama, saya masuk ke ruang observasi. Di ruang observasi, saya diminta berganti pakaian, memakai baju operasi warna hijau. Lalu berbaring di tempat tidur, sambil menunggu giliran masuk ruang operasi. Disana kumalah ngobrol-ngobrol sama susternya, duh maaf sus aku lupa nama-namanya. Sangking asiknya ngobrol, susternya sampe bilang, “bu santai banget sih mau dioperasi. Enak banget kalau semua pasien begini hahhaa” sambil ketawa-ketawa. Tips dari aku, kalau tegang pas mau operasi, ajak aja susternya ngobrol, haha emang dasar saya suka sksd kayanya. Ngajak ngobrol apa sih? Ya apa aja, mulainya biasanya, “Sus ada operasi apa sebelum ini?”, “Sus kok sendirian yang lain mana? Dulu rame deh di ruang observasi”, “Sus namanya siapa?” Wkwkwk lama-lama susternya yang ketagihan ngobrol sama akoh. Tau-tau ga berasa, udah waktunya masuk kamar operasi deh.

Tiba waktunya didorong ke kamar operasi. Susternya nyemangatin, “Sukses ya ibu.” Haha sesimpel itu aja bikin aku seneng dan tambah berani masuk kamar operasi.

Lanjut di kamar operasi…

Datanglah asisten operasi. Kalau ga salah ingat, namanya Ridwan deh (monmaap mas kalau salah inget nama). Dateng-dateng nyetel lagu sambil beresin alat operasi yang mau dipake. Seneng banget.. pas aku operasi pertama ga ada yang nyetel lagu. Kali ini ada lagunya kusenang sekali.

Kau cantik hari ini…

Dan aku sukaa…

…..

Nah.. itu sepenggal lagu yang menemani aku operasi kemarin. Makin rileks deh. Sambil bergumam ikutan nyanyi. Aku membuka percakapan, “enak deh ada lagunya. Boleh ya dipasang terus selama operasi?” Lalu dijawab, “Boleh banget.”

Lalu datang lah dokter anastesi, ngobrol-ngobrol ternyata dokternya tetanggan dong sama saya haha bahkan cuma beda satu blok.

Iv kateter ditangan saya dibenerin. Setelah itu, saya diminta memeluk bantal, lalu dokternya menyuntikan anastesi epidural dibagian belakang bawah punggung saya. Rasanya, ga sakit. Lebih sakit pas skin test antibiotik.

Ga lama, bagian pinggang kebawah seperti kesemutan, kebas, lalu tidak bisa digerakan. Sudah deh, anastesinya mulai bekerja. Artinya, operasi segera dimulai, dan bisa ketemu adeee bayii.

Kemudian syaa dipasang urin kateter untuk menampung urin selama operasi sampai keesokan paginya.

Dokter yudit, kasih aba-aba, “Kita mulai operasinya ya shady.”

Ga lama, sekitar 10 menit, terdengar suara tangis bayi. Sudah lahir anak keduaku. Sebentar saja diletakan disamping mukaku, kemudian dia dibersihkan dan dibawa ke ruangan bayi untuk diperiksa dokter anak.

Sementara itu, saya dijahit kembali. Prosesnya cepat. Setelah selesai, saya dipindahkan ke tempat tidur lain. Lalu didorong ke ruang observasi. Disana saya beristirahat sejenak, mencoba untuk tidur.

Lalu, suster datang memeriksa. Kemudian ga lama, suster dari ruang rawat inap datang. Memakaikan pembalut dan underwear. Kemudian membawa saya ke kamar rawat inap. Sementara bayinya ditemani papanya di ruang bayi.

Saya kembali di ruang rawat inap sekitar pukul 22.00 WIB. Kemudian si bayi datang ke ruangan saya sekitar pukul 02.00 WIB. Suhu ruangan saya atur di suhu 25-26 derajat celcius karena bayi masih beradaptasi dengan suhu ruang.

Begitu bayi datang, saya dekap dalam pelukan, dan saya langsung menyusui. Aaah rasanya sayang sekali.

Masih sekitar pukul 02.00 WIB, saya diberikan obat penghilang rasa sakit yang ditempel di dada. Nama obatnya durogesic. Diberikan pula obat untuk merangsang kontraksi rahim melalui infusan.

Kemudian saya diberikan obat untuk lambung. Lalu saya bisa makan bubur sumsum. Aaah akhirnya saya boleh makan. Saya lapar sekali hahahha langsung ludes buburnya.

Pukul 06.00 WIB bayi kembali dibawa suster perawat bayi untuk dimandikan dan diperiksa oleh dokter anak.

Pukul 07.00 WIB, urin kateter saya dilepas suster, lalu saya mandi dibantu suster, mulai belajar duduk, berdiri. Makan dan minum sudah dengan posisi duduk. Saya juga sudah belajar ke kamar mandi sendiri.

Hari ke-2 berjalan lancar. Hari kedua bisa dibilang, badan udah mulai enak. Nyusuin udah lebih enak, udah bisa makan enak, gofood ini itu udah bisa, jalan kesana kemari udah bisa, udah pup, lega deh.

Dokter yudit datang di hari ke-3, untuk memeriksa keadaan saya dan jaitan operasi sekalian mengganti perban.

Selama di rumah sakit, saya diberikan infus, antibiotik infus dan oral, obat penghilang nyeri yang ditempel di dada, obat anti nyeri oral, obat pelancar asi (pakai antiemetik) domperidone.

Setelah diperiksa laboratorium, hasil cek darah pasca operasi baik, bayi juga sehat, Taraaa…. saya dan bayi sudah diperbolehkan pulang. Puji Tuhan semua berjalan dengan lancar. Terimakasih untuk keluarga, dokter, suster, dan semua yang sudah membantu kelancaran proses persalinan kedua ini 🙂

Untuk biaya operasi, saya lampirkan ya estimasi biaya di Hermina Bekasi tahun 2019

Aku kemarin ambil yang SC kamar eksekutif. Soalnya kalau yang suitte room sayang banget. Sekarang kamar suitte roomnya dipindah. Kalai dulu pas jaman anak pertama, kamar suitte roomnya besar banget 2 kali lipat dari kamar lain. Terus letaknya tersendiri private banget. Nah tahun 2019 ini suitte room dipindah bukan di lantai 2. Sempet aku cek sebelum lahiran, kamarnya itu di lantai 3 deket ruang bayi dan anak. Luasnya pun hampir sama dengan kamar lainnya. Dan minus ruang tamu di koridor. Kalau di lantai 2, koridor jalan depan kamarnya luas. Dilengkapi meja dan kursi untuk tamu. Ini buat kami penting sih. Biar ga semua tamu masuk kamar karena ada baby kan, apalagi kami rooming in. Itu sih pertimbangan kami.

Kalau mau liat cerita melahirkan pertamaku di Hermina Bekasi. Cek disini

https://shadyjasmin.com/2019/02/19/cerita-lahiran-sesar-di-hermina-bekasi-2018/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: